RSS

Unjuk Rasa

19 Okt

Ijon isajihon hanami 2 berita unjuk rasa, selamat mambasa ma hubanta,…

PKRS Minta Anggota DPRD Santun Mengeluarkan Pendapat

Salah seorang pengunjuk rasa dari PKRS menyampaikan orasi di gedung DPRD Simalungun, menuntut anggota dewan santun dalam menyampaikan pendapatnya di media. PKRS Minta Anggota DPRD Santun Mengeluarkan Pendapat Simalungun,Simantab Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Pro Kedamaian Rakyat Simalungun (PKRS), mendatangi gedung DPRD Simalungun di Pematang Raya, kemarin. Massa yang datang dari sejumlah kecamatan menuntut Badan Kehormatan DPRD Simalungun, menindak oknum anggota dewan yang kerap mengeluarkan pernyataan negatif serta tidak santun dalam menyampaikan pendapatnya tentang kinerja pemerintahan di media, sehingga dapat menimbulkan pencitraan buruk terhadap kondisi di Kabupaten Simalungun. Koordinator aksi Rasamen Saragih dalam orasinya mengatakan, anggota DPRD Simalungun, jangan menjadikan jabatannya untuk bebas membuat pernyataan di media terkait kinerja pemerintah daerah saat ini, untuk kepentingan pribadinya dengan dalih mengatasnamakan kepentingan rakyat Simalungun. “Kami masyarakat Simalungun yang pro kedamaian meminta anggota dewan dalam mengkritisi atau melaksanakan fungsi pengawasannya terhadap kinerja pemerintah daerah benar-benar objektif, bukan karena ada maunya, atau sengaja ingin menciptakan penilaian negatif masyarakat terhadap kinerja pemerintahan saat ini,” ujar Rasamen. Mantan anggota DPRD Simalungun itu mengatakan, selama ini ada beberapa oknum anggota dewan, yang kerap mengeluarkan pernyataan adanya kasus korupsi di Simalungun dan pemerintahan sekarang tidak mendukung pemekaran, sehingga dapat menimbulkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat, serta berkurangnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintahan saat ini. Para pengunjuk rasa sangat kecewa ketika hanya diterima dua anggota DPRD Simalungun masing-masing Abu Sofyan Siregar dan Ketua Badan Kehormatan Dody Lukman, padahal jumlah anggota dewan 45 orang, namun yang hadir saat itu hanya dua orang. Sementara itu anggota DPRD Simalungun, Abu Sofyan Siregar mengatakan, pihaknya akan menyampaikan aspirasi yang disampaikan pengunjuk rasa kepada pimpinan dewan untuk ditindak lanjuti. “Kami menerima aspirasi yang disampaikan Pro Kedamaian Rakyat Simalungun dan selanjutnya akan kami sampaikan ke pimpinan DPRD Simalungun untuk ditindak lanjuti,” ujar politisi PDIP itu. Usai menyampaikan aspirasinya massa yang datang dengan menumpang belasan becak, membubarkan diri dengan tertib dan mendapat pengawalan dari petugas kepolisian.(sin/c) sumber http://simantab.com/index.php?option=com_content&view=article&id=164:pkrs-minta-anggota-dprd-santun-mengeluarkan-pendapat&catid=35:kriminal&Itemid=74

 

Adukan Bupati ke KPK Bernhard Pun Didemo

Dua Lembaga Swadaya Masyarakat dan satu Forum Pemuda Peduli Raya, siap mendukung anggota Komisi II DPRD Simalungun, Bernhard Damanik, untuk terus memperjuang kebenaran dan meyelamatkan rakyat Simalungun dari ketertindasan.

“Maju terus dan pantang meyerah seperti yel-yel dari PP, sekali layar terkembang, surut kita berpantang. Maju terus Bernhard Damanik, jangan meyerah. Karena kami dari Forum Peduli Masyarakat Raya, akan tetap mendampingi seorang peyelamat rakyat Simalungun dari ketertindasan dan kesewenang-wenangan seorang pemimpin yang tidak pro rakyat,” kata Jhon Daltonsa, ketua Forum Pemuda Peduli Raya, Senin (10/9) sekira pukul 13.00 WIB.

Dikatakannya lagi, mereka bangga dengan Bernhard, selaku anggota DPRD Simalungun, yang dipilih rakyat dan berjuang demi rakyat. “Karena apa yang dilakukan olehnya adalah semata untuk upaya  meyelamatkan masyarakat Simalungun dari para koruptor yang sudah memirus dan meyengsarakan rakyat,” dukungnya.

Selaku masyarakat Simalungun lanjut Jhon, mereka tetap memberikan apresiasi positif dengan lahirnya sosok anggota DPRD Simalungun seperti Bernhard, yang pro rakyat. “Kita berharap kepada anggota DPRD Simalungun, hasil pilihaan rakyat ikut bergandengan tangan untuk memperjuangkan kebenaran. Jika ada anggota DPRD Simalungun yang tidak pro rakyat dan meyuarakan suara Tuhan, untuk tahun berikutnya diminta kepada masyarakat untuk tidak memilihnya,” seru Jhon lagi.

Menurutnya kalau ada gerakan yang melawan kebenaran, seluruh masyarakat harus melawannya. “Kita mau dan ingin Simalungun keluar dari rezim yang terbelenggu dengan suatu kebohongan belaka. Katanya Pemerintah Simalungun ingin melakukan pembangunan dan perobahaan. Mana? Kita lihat hingga sekarang, mulai dari infrastruktur jalan di setiap kecamatan, seluruhnya rusak. Pendidikan Simalungun anjlok, buta huruf meluas,” tukas Jhon.

Dukungan terhadap Bernhard Damanik, juga datang dari Sekretaris Eksekutif, Oktavianus Rumahorbo. Menurutnya, Bernhard harus tetap memperjuangkan hak rakyat Simalungun yang tertindas. Jangan pernah takut untuk melawan ketidak adilan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Simalungun. Karena kebenaran akan selalu menang. “Kami dari LSM FuTra siap untuk mendukung Bernhard Damanik, untuk memperjuangkan kebenaran,” kata Oktavianus.

Hal senada juga datang dari Jamson Damanik, ketua Forum Masyarakat Peduli Pembangunan Siantar Simalungun. “Bernhard Damanik SE sosok anggota DPRD Simalungun pilihaan rakyat yang memperjuangkan nasip rakyat. Di mana anggota DPRD Simalungun ada seperti beliau? Hendaknya rakyat mengikuti jejak Bernhard Damanik demi kemajuan Simalungun,” kata Jamson.

Ketua DPC IPK Kecamatan Pematang Raya, Bogel Saragih, juga ingin berjuang sampai titik darah pengahabisan atau mati demi membela Bernhard Damanik. “Kita sangat menyangkan aksi segelintir orang yang tak bertanggungjawab, yang menganggu kinerja Bernhard Damanik di DPRD Simalungun. Saya akan siap memberikan dukungan dan pengawalan terhadap Bernhard Damanik,” tegas Bogel sembari menambahkan, bahwa ketua DPRD Simalungun, mandul dalam melaksanakan tugas dan fungsi untuk melakukan pegawasan terhadap pihak eksekutif.
Sebelumnya, segelintir kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Pro Kedamaian Rakyat Simalungun, Senin (10/9) sekira pukul 14.45 WIB, menggelar aksi demo di kantor Kejaksaan Negeri Simalungun. Melalui ketuanya, Rasamen Saragih, massa yang hanya berjumlah hitungan jari itu menilai Bernhard Damanik, telah menyalahi kode etik selaku anggota dewan. Pasalnya, Bernhard mengadukan Bupati Simalungun JR Saragih ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Manson/Rivai Bakkara/ Haloho) sumber: http://siantarmetropolis.com/?p=270

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 19, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: